Selasa, 10 Desember 2013

Keputusan dalam Hidup ada Di Tangan Kita



Hidup adalah pilihan , kita hidup berdasarkan pilihan-pilihan yang kita buat , kita akan dihargai sesuai dengan pilihan-pilihan yang kita buat, kita akan menjadi seperti apa yang kita pilih dalam setiap segmen dari kehidupan kita. Apa yang kita lihat pada diri kita saat ini adalah pilihan kita sendiri. Lebih tepatnya akumulasi dari seluruh pilihan kita di masa lalu. Kebanyakan manusia hanya memandang hasil akhirnya saja namun tidak memikirkan proses pilihan-pilihan apa saja yang telah dijalani untuk mencapai kondisi akhir tersebut. Hidup adalah pilihan oleh karena itu, kita sesungguhnya dapat menilai apa pilihan-pilihan yang dibuat pada masa lalu seseorang cukup dengan melihat keadaannya yang sekarang. Kita juga dapat melihat masa depan seseorang dari pilihan yang dia buat saat ini. Keadaan dimasa depan dapat ditentukan oleh pilihan-pilihan yang kita buat saat ini. Sekarang pun, kita sebenarnyasedang menulis kisah diri kita hari in, dan apa yang kita lihat pada diri orang lain hari ini adalah hasilpilihan-pilihan yang kita dan mereka buat di masa lalu. Keadaan hidup kita masa depan akan ditentukan oleh apa saja yang kita pilih saat ini.
Rasulullah SAW adalah seseorang manusia yang sudah pasti masuk surga, dan Rasulullah masuk surga karena pilihan-pilihan beliau buat semasa hidupnya. Ini menandakan bahwa apabila kita mengikuti setiap pilihan yang di buat Rasulullah semasa beliau menjalani hidupnya maka sudah dapat dipastikan kita akan memasuki surge yang sama dimasuki oleh Rasulullah saw .
Seorang mukmin yang menginginkan surga Allah di akhirat kelak, tentu dia akan selalu menyesuaikan setiap perbuatan dan pilihannya di dunia agar selaras dengan perintah dan larangan Allah Swt. Dengan penuh kesadaran, setiap pilihan yang dia buat akan mendekatkan atau menjauhkannya dari surga Allah. Apabila seseorang justru tidak mau menyesuaikan seluruh perbuatannya dengan perintah dan larangan Allah maka sejatinya dia telah memilih tempat akhirat selain surge bagi dirinya sendiri.
Kesungguhan dan keseriusan seseorang dalam mewujudkan keinginan masa depannya dapat dinilai dari pilihan-pilihan yang mereka buat pada saat ini. Tidak ada seorangpun yang bisa memaksa untuk memilihkan jalan hidup kita. Memilih atau tidak memilih juga termasuk sebuah pilihan.
Hidup manusia senantiasa akan dihadapkan pilihan di antara tujuan dan hambatan, jika kita fokus pada pada tujuan saja maka hambatan tidak akan pernah kita rasakan. Namun sebaliknya , jika kita fokus terhadap hambatan saja maka tujuannya tidak akan pernah kita capai.
Kaum Muslim pun dihadapkan pada dua pilihan, Muslim yang melihat pada tujuan (visioner) atau Muslim yang melihat pada hambatan (pragmatis). Dengan kata lain Muslim yang menyerah atau Muslim yang konsisten. Ketika seorang muslim selalu mengingat tujuannya, mengingat janji Allah bahwa Dia akan menganugrahi Muslim dengan surga-Nya maka dia akan selalu bersemangat dalam ibadahnya. Dia tidak akan menyerah pada realitas dan kondisi yang menhalanginya melainkan dia akan mengubah semua itu agar sesuai dengan tujuannya, yaitu Allah Swt. Berbeda dengan seseorang yang tidak mengingat atau tidak mengetahui tujuannya maka cirinya ada dua : dia akan selalu mengeluh kepada Allah dan dia tidak akan istiqomah dalam kebenaran dan selalun membelokkan langkahnya mengikuti keadaan saat itu lalu akhirnya menyerah atau berkompromi.
Setiap kejadian yang terjadi pada diri kita, hakikatnya yang tidak memiliki nilai pada awalnya, sebelum kita memilih untuk memberikan nilai pada kejadian tersebut. Kitalah yang memilih untuk memberikan  nilai pada fakta menurut cara pandang kita. Akhirnya , penilaian kita itulah yang akan menentukan bagaimana cara kita menyikapi fakta tersebut. Bersyukurlah dan berkeluhkesah kepada Allah karena itu adalah pilihan yang sangat jelas. Takutlah kepada Allah, jangan kepada manusia maka kita akan menemukan ketenangan dan kebahagiaan hidup.
Setiap pilihan juga memiliki investasi, konsekuensi dan risiko tertentu. Tidak satupun pilihan yang tidak memiliki investasi, konsekuensi dan risiko. Semakin besar pilihan seseorang maka semakin besar pula pengorbanan yang harus dia berikan. Semakin besar pula investasi , konsekuensi dan risikonya.
Sama seperti memasuki surganya Allah yang merupakan pilihan seorang hamba, memilih berbagai pilihan di dunia yang mengharuskan dia mengeluarkan investasi yang sama besarnya dengan pilihan yang dia lakukan. Seseorang yang ingin meraih kemuliaan dunia akhirat, tentu mempunyai konsekuensi akan berusaha lebih kuat, beribadahlah lebih banyak, dan mencari ilmulah yang lebih luas dibandingkan orang yang hanya ingin meraih kemuliaan dan sukses di dunia.
Hal yang harus selau kita ingat adalah pilihlah pilihan-pilihan yang benar karena apabila kita salah dalam memilih maka memerlukan usaha dua kali lipat untuk memperbaikinya. Kemarin telah berlalu, dan hari esok pun masih sesuatu yang ghaib, sesungguhnya hari ini milik kita, dan kita memiliki kendali untuk mengisi hari ini dengan pilihan-pilihan apapun yang kita inginkan.
Bagaimana prinsip hidup adalah bekerja. Pilihan hidup pada dasarnya hanya ada dua. Manusia juga sama, dalam hidupnya hanya ada dua pilihan, apakah ia memilih untuk menjadi orang yang istimewa, ataukah ia memilih menjadi orang yang biasa saja. Tapi yang harus kita tahu bahwa orang istimewa pasti mendapatkan lebih banyak daripada yang didapatkan orang biasa. Menjadi istimewa butuh pengorbanan memerlukan kesabaran dan keteguhan. Istimewa berarti pusat perhatian kerena itulah istimewa mendapatkan balasan yang lebih. Menurut pandangan islam istimewa memiliki arti ketika manusia bisa  menempatkan dirinya untuk menghamba secara total kepada tuhan yang benar yaitu Allah Ta’ala.
Keputusan ada di tangan kita. Hidup adalah pilihan dan kita bebas menentukannya.  Pada hakikatnya Allah hanya menyediakan dua jalan bagi kita, sekaligus member tuntunan bagi kita untuk mengambil jalan yang sukar bukan jalan yang mudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar