Saya adalah gadis yang
terlahir dengan Hafida Ainur Rohmah. Saya lahir di Jombang 28 November 1994.
Semasa kecil, saya telah bercita-cita
menjadi guru. Tak ayal mimpi itu sekarang dalam proses perwujudan karena
sekarang ini saya sedang menempuh jenjang kuliah dengan prodi PGMI( Pendidikan
Guru Madrasah Ibtidaiyah) . Hal yang tidak pernah saya duga jika sekarang mimpi
itu perlahan akan terwujud. Pendidikan saya berawal dari Tk.RA Perwanida sedati
lalu continue di MIN Sedati kemudian berlanjut di MTS.Nurul Huda Sedati.
Menginjak masa SMA saya mencoba mencari suasana dan pengalaman baru. Berpindahlah
saya ke jombang untuk menuntut ilmu di MAN Darul Ulum Jombang. Banyak
pengalaman yang telah saya cecap disana.
Ada sebuah filosofi yang mengatakan bahwa keadaan dimasa depan dapat
ditentukan oleh pilihan-pilihan yang kita buat saat ini. Sekarang pun, kita
sebenarnyasedang menulis kisah diri kita hari ini, dan apa yang kita lihat pada
diri orang lain hari ini adalah hasil pilihan-pilihan yang kita dan mereka buat
di masa lalu. Keadaan hidup kita masa depan akan ditentukan oleh apa saja yang
kita pilih saat ini
.
.
Hal ini yang telah banyak menginspirasi saya. Saya harus menentukan
pilihan-pilihan terbaik dalam hidup saya saat ini agar kelak pilihan-pilihan
saya menjadi cermin masa depan. Flashback ke masa lalu memang menjadi guru
adalah mimpi saya. Dan sekarang saya memilih prodi PGMI tidak hanya dengan
sebuah alasan saja. Ini adalah kolerasi dari pilihan hidup yang sesuai mimpi
masa kecil saya. Karena hidup adalah sebuah pilihan.
Saat ini pula saya sedang menuliskan pilihan hidup saya dalam hati dan
tekad saya untuk lulus kuliah dengan meminimalisir semester, Maksud dan harapan
saya lulus di semester 7. Kemudian melanjutkan mimpi masa kecil saya dengan
menjadi guru. Guru yang inovatif dan kreatif. Membawa segudang inovasi baru
dalam dunia pendidikan. Tak cukup itu saja tentunya, saya ingin menjadi guru
dengan akhlakul karimah yang baik sehingga saya dapat menanamkan akhlakul karimah
kepada anak didik saya nanti.
Tak cukup disitu saja, saya juga ingin merubah animo masyarakat yang
mengatakan PGMI adalah prodi yang sedikit terbelakang. Tidak, karena PGMI
adalah prodi yang dipenuhi oleh orang orang yang nantinya akan besar menjadi
sebuah generasi penerus pendidik yang mempunyai intelegensi dan agama yang kuat
tentunya.
Sebuah tanggungjawab telah saya bebankan pada diri saya sejak saat ini
juga. Agar nantinya saya ikhlas menjalani apa yang telah menjadi pilihan hidup
saya walau itu dirasa tak semudah membalikkan telapak tangan. Secercah harapan
saya tak berhenti disitu saja. Tak mungkin saya dapat menulis artikel ini jika
tak ada sosok kedua orang tua yang selalu mendukung pilihan-pilihan hidup saya.
Karena mereka percaya apa yang saya pilih saat ini adalah korelasi dari mimpi
yang ingin saya wujudkan.
Orang tua adalah figure yang telah mendidik kita dari mulai tak bisa menulis kata A menjadi fasih menulis
artikel dengan beratus-ratus kata seperti saat ini. Tak ayal jika nantinya pula
saya ingin membuat bangga kedua orang
tua saya dengan prestasi-prestasi yang saya buat. Bakti seorang anaki tak hanya
itu saja. Walaupun sebenarnya orang tua tidak menuntun sama sekali akan hal
itu.
Semua hal tersebut
tidak akan terwujud jika tidak ada kesungguhan di dalamnya. Begitupula dengan
saya yang awalnya tidak memiliki kesungguhan dan sedikit ragu dengan apa yang
saya tulis diatas. Namun keraguan inilah yang menjadi hambatan dalam diri
pribadi saya. Dan ada sebuah filosofi yang lagi-lagi membuat saya bangun dari
sebuah keraguan dalam diri saya yaitu hidup manusia senantiasa akan dihadapkan pilihan di antara tujuan dan
hambatan, jika kita fokus pada pada tujuan saja maka hambatan tidak akan pernah
kita rasakan. Namun sebaliknya , jika kita fokus terhadap hambatan saja maka
tujuannya tidak akan pernah kita capai.
Ini menandakan bahwa
dalam sebuah pilihan hidup kita harus tetap fokus pada tujuan agar tidak ada
hambatan yang kita rasakan dalam perwujudan pilihan hidup atau mimpi yang sudah
kita tulis dalam sebuah tekad. Begitu juga dengan saya , yang melupakan semua
keraguan dalam diri pribadi saya demi terwujudnya semua tujuan hidup yang telah
saya buat.
Saya yakin empat tahun
kedepan, semua mimpi dalam hidup saya yang memiliki segudang tujuan karena itu
adalah sebuah pilihan hidup itu akan terwujud. Dengan kesungguhan dan
keseriusan serta fokus tidak memikirkan sebuah hambatan-hambatan yang ada. Dan jadikan
hambatan itu sebuah opsi atau pilihan. Jika kita memilih hambatan maka tidak
akan tercapai semua tujuan yang telah kita buat tersebut.
Saya berharap dengan
apa yang saya tulis ini menjadi catatan panduan saya ketika nanti saya telah
mencoret satu persatu kalimat yang ada dalam artikel ini dan memberi gelar
terhadap coretan itu “ Mimpi yang Telah Terwujud “. Dan dengan kata akhir semua
kalimat di artikel ini akan tercoret habis empat tahun kedepan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar