Jumat, 20 Desember 2013

Coretan Sebuah Mimpi



Saya adalah gadis yang terlahir dengan Hafida Ainur Rohmah. Saya lahir di Jombang 28 November 1994. Semasa kecil,  saya telah bercita-cita menjadi guru. Tak ayal mimpi itu sekarang dalam proses perwujudan karena sekarang ini saya sedang menempuh jenjang kuliah dengan prodi PGMI( Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) . Hal yang tidak pernah saya duga jika sekarang mimpi itu perlahan akan terwujud. Pendidikan saya berawal dari Tk.RA Perwanida sedati lalu continue di MIN Sedati kemudian berlanjut di MTS.Nurul Huda Sedati. Menginjak masa SMA saya mencoba mencari suasana dan pengalaman baru. Berpindahlah saya ke jombang untuk menuntut ilmu di MAN Darul Ulum Jombang. Banyak pengalaman yang telah saya cecap disana.
Ada sebuah filosofi yang mengatakan bahwa keadaan dimasa depan dapat ditentukan oleh pilihan-pilihan yang kita buat saat ini. Sekarang pun, kita sebenarnyasedang menulis kisah diri kita hari ini, dan apa yang kita lihat pada diri orang lain hari ini adalah hasil pilihan-pilihan yang kita dan mereka buat di masa lalu. Keadaan hidup kita masa depan akan ditentukan oleh apa saja yang kita pilih saat ini
.
Hal ini yang telah banyak menginspirasi saya. Saya harus menentukan pilihan-pilihan terbaik dalam hidup saya saat ini agar kelak pilihan-pilihan saya menjadi cermin masa depan. Flashback ke masa lalu memang menjadi guru adalah mimpi saya. Dan sekarang saya memilih prodi PGMI tidak hanya dengan sebuah alasan saja. Ini adalah kolerasi dari pilihan hidup yang sesuai mimpi masa kecil saya. Karena hidup adalah sebuah pilihan.
Saat ini pula saya sedang menuliskan pilihan hidup saya dalam hati dan tekad saya untuk lulus kuliah dengan meminimalisir semester, Maksud dan harapan saya lulus di semester 7. Kemudian melanjutkan mimpi masa kecil saya dengan menjadi guru. Guru yang inovatif dan kreatif. Membawa segudang inovasi baru dalam dunia pendidikan. Tak cukup itu saja tentunya, saya ingin menjadi guru dengan akhlakul karimah yang baik sehingga saya dapat menanamkan akhlakul karimah kepada anak didik saya nanti.
Tak cukup disitu saja, saya juga ingin merubah animo masyarakat yang mengatakan PGMI adalah prodi yang sedikit terbelakang. Tidak, karena PGMI adalah prodi yang dipenuhi oleh orang orang yang nantinya akan besar menjadi sebuah generasi penerus pendidik yang mempunyai intelegensi dan agama yang kuat tentunya.
Sebuah tanggungjawab telah saya bebankan pada diri saya sejak saat ini juga. Agar nantinya saya ikhlas menjalani apa yang telah menjadi pilihan hidup saya walau itu dirasa tak semudah membalikkan telapak tangan. Secercah harapan saya tak berhenti disitu saja. Tak mungkin saya dapat menulis artikel ini jika tak ada sosok kedua orang tua yang selalu mendukung pilihan-pilihan hidup saya. Karena mereka percaya apa yang saya pilih saat ini adalah korelasi dari mimpi yang ingin saya wujudkan.
Orang tua adalah figure yang telah mendidik kita dari mulai  tak bisa menulis kata A menjadi fasih menulis artikel dengan beratus-ratus kata seperti saat ini. Tak ayal jika nantinya pula saya  ingin membuat bangga kedua orang tua saya dengan prestasi-prestasi yang saya buat. Bakti seorang anaki tak hanya itu saja. Walaupun sebenarnya orang tua tidak menuntun sama sekali akan hal itu.
Semua hal tersebut tidak akan terwujud jika tidak ada kesungguhan di dalamnya. Begitupula dengan saya yang awalnya tidak memiliki kesungguhan dan sedikit ragu dengan apa yang saya tulis diatas. Namun keraguan inilah yang menjadi hambatan dalam diri pribadi saya. Dan ada sebuah filosofi yang lagi-lagi membuat saya bangun dari sebuah keraguan dalam diri saya yaitu hidup manusia senantiasa akan dihadapkan pilihan di antara tujuan dan hambatan, jika kita fokus pada pada tujuan saja maka hambatan tidak akan pernah kita rasakan. Namun sebaliknya , jika kita fokus terhadap hambatan saja maka tujuannya tidak akan pernah kita capai.
Ini menandakan bahwa dalam sebuah pilihan hidup kita harus tetap fokus pada tujuan agar tidak ada hambatan yang kita rasakan dalam perwujudan pilihan hidup atau mimpi yang sudah kita tulis dalam sebuah tekad. Begitu juga dengan saya , yang melupakan semua keraguan dalam diri pribadi saya demi terwujudnya semua tujuan hidup yang telah saya buat.
Saya yakin empat tahun kedepan, semua mimpi dalam hidup saya yang memiliki segudang tujuan karena itu adalah sebuah pilihan hidup itu akan terwujud. Dengan kesungguhan dan keseriusan serta fokus tidak memikirkan sebuah hambatan-hambatan yang ada. Dan jadikan hambatan itu sebuah opsi atau pilihan. Jika kita memilih hambatan maka tidak akan tercapai semua tujuan yang telah kita buat tersebut.
Saya berharap dengan apa yang saya tulis ini menjadi catatan panduan saya ketika nanti saya telah mencoret satu persatu kalimat yang ada dalam artikel ini dan memberi gelar terhadap coretan itu “ Mimpi yang Telah Terwujud “. Dan dengan kata akhir semua kalimat di artikel ini akan tercoret habis empat tahun kedepan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar