Minggu, 27 Oktober 2013

Tradisi Pencucian Uang



Sudah tidak asing lagi dewasa ini pembicaraan mengenai korupsi. Jakarta sering kali disebut dengan centra dari korupsi. Tak dapat di pungkiri korupsi selalu menemani kiasan politik di Negara kita.
 Ada sedikit sejarah tentang korupsi, korupsi sudah berlangsung lama, sejak zaman Mesir Kuno, Babilonia, Roma.
Sampai abad pertengahan dan sampai sekarang. Korupsi terjadi diberbagai negara,
tak terkecuali di negara-negara maju sekalipun. Di negara Amerika Serikat sendiri
yang sudah begitu maju masih ada praktek-praktek korupsi. Sebaliknya, pada
masyarakat yang primitif dimana ikatan-ikatan sosial masih sangat kuat dan kontrol
sosial yang efektif, korupsi relatif jarang terjadi. Tetapi dengan semakin
berkembangnya sektor ekonomi dan politik serta semakin majunya usaha-usaha
pembangunan dengan pembukaan-pembukaan sumber alam yang baru, maka
semakin kuat dorongan individu terutama di kalangan pegawai negeri untuk
melakukan praktek korupsi dan usaha-usaha penggelapan.
Korupsi dimulai dengan semakin mendesaknya usaha-usaha pembangunan
yang diinginkan, sedangkan proses birokrasi relaif lambat, sehingga setiap orang
atau badan menginginkan jalan pintas yang cepat dengan memberikan imbalan-imbalan
dengan cara memberikan uang pelicin (uang sogok).
Banyak sekali kasus korupsi yang sekarang sedang bergeming d muka publik, terutama di media massa baik local maupun nasional. Meski begini , hal ini begitu merugikan bagi pemerintahan kita. Sebut saja Korupsi Hambalang dengan Andi Malarangeng sebagai aktornya.
Dalam masalah proyek Hambalang ini BKN telah menelaah  adanya success fee yang diduga mengalir ke Menteri Pemuda dan Olahraga ketika itu, Andi Alfian Mallarangeng senilai 18 persen dari total kewajiban kontraktor PT Adhi Karya atau senilai Rp 45 miliar.
Jika sudah seperti ini maka muncul dalam benak kita , apa yang membuat jiwa kader kader bangsa kita ini tergoyahkan oleh korupsi ? kenapa harus korupsi ?
Menurut saya korupsi adalah produk dari sikap hidup satu kelompok masyarakat yang
memakai uang sebagai standard kebenaran dan sebagai kekuasaaan mutlak. Bisa dikatakan dalam arti lain yakni uang sebagai pengukur segala hal yakni gaya hidup yang matrealistis.
Sebagai akibatnya, kaum koruptor yang kaya raya dan para politisi korup yang
berkelebihan uang bisa masuk ke dalam golongan elit yang berkuasa dan sangat
dihormati. Mereka ini juga akan menduduki status sosial yang tinggi dimata
masyarakat. 
 Pribadi korupsi ini seperti parasit didalam kepemerintahan yang merusak struktur
 pemerintahan, dan menjadi penghambat utama terhadap jalannya pemerintahan dan
pembangunan.
 Korupsi sangat sulit untuk dihilangkan bahkan hampir tidak mungkin dapat
diberantas, karena korupsi telah mendarah daging, oleh karena itu sangat sulit memberikan pembuktian-pembuktian yang
eksak.Disamping itu sangat sulit mendeteksinya dengan dasar-dasar hukum yang
pasti.
Jika sudah dalam keadaan seperti ini , pemerintah harus selalu waspada dalam menangulangi permasalahan ini.
Akibat-akibat dari semua ini  antara lain Pemborosan sumber-sumber, gangguan terhadap penanaman modal, bantuan yang lenyap,ketidakstabilan, revolusi sosial, pengambilan alih kekuasaan oleh militer, menimbulkan ketimpangan sosial budaya,pengurangan kemampuan aparatur pemerintah, pengurangan kapasitas
administrasi, hilangnya kewibawaan administrasi.
Upaya yang tepat  dalam menanggulanginnya, Membenarkan transaksi yang dahulunya dilarang dengan menentukan sejumlah pembayaran tertentu, Membuat struktur baru yang mendasarkan bagaimana keputusan dibuat.
Bagaimana dorongan untuk korupsi dapat dikurangi dengan jalan meningkatkan ancaman kepada yang bersangkutan. Saat ini ancamanl  perbuatan korupsi saya rasa kurang adanya ketegasan, sehingga semakin marak dilakukan. Tidak ada rasa takut dalam pribadi sang korup untuk melakukan hal tersebut.
Pemerintah juga harus bersikap lebih menghargai rakyat saat berada dibawah berjanji akan membawa kepemerintahan yang lebih baik,setelah diatas seakan janji itu sampah dengan begitu mudahnya dibuang. Hal ini juga harus ditekankan dan di perhatikan . Rakyat kecil juga sangat bergantung kepada pemerintah dan kader kadernya demi kemajuan Negara.
Kesimpulannya korupsi harus segera di berantas karena korupsi telah menyengsarakan kita semua. Bagi pihak-pihak yang mendapat gelar korup seharusnya mata mereka harus terbelalak kearah masyarakat bawah yang dengan pasrah menggantungkan tangannya kepundak para pemerintah beserta kader-kadernya. Sungguh ironi jika korupsi harus menemani sepanjang perjalanan sejarah politik ekonomi di Negara kita.